Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan masalah permintaan tambahan kuota itu sudah disampaikan kepada Menteri Urusan Keislaman, Wakaf dan Penyuluhan Arab Saudi Shekh Bin Abdul Aziz dan secara prinsip yang bersangkutan setuju sehingga akan memperjuangkan usulan tersebut.
"Indonesia sangat berkepentingan untuk mendapatkan tambahan kuota haji karena antrian yang begitu panjang. Insya allah beliau akan ikut memprjuangkan penambahan kuota itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat disetujui," ujarnya di Istana Presiden hari ini.
Menurut dia, persetujuan itu perlu cepat dilakukan supaya bisa disosialisasikan sehingga penyerapannya bagus pada musim haji mendatang.
"Saya mengajukan tambahan 27.000. Sekarang kan kuota dasarnya itu 211.000, jadi kalau ditambah 27.000 ya bisa jadi 238.000. Biasanya sih dapat,tapi tidak tahu berapa jumlahnya yang dikabulkan," ujarnya lagi.
Soal tarif ongkos naik haji, ungkapnya, belum ada kepastian tarifnya. Akan tepai, lanjutnya, mudah-mudahan tidak naik karena ternyata harga minyak yang sangat mempengaruhinya juga sudah cenderung turun.
"Walaupun [turunya harga minyak] sedikit," katanya.
Pekan lalu, Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Perhubungan sepakat menetapkan perhitungan referensi tari penerbangan haji rata-rata di seluruh embarkasi sebesar US$ 1.983 atau sekitar 16,9 juta rupiah per jamaah.
Kementerian Perhubungan akan membawa perhitungan referensi tersebut untuk dinegosiasikan dengan sejumlah operator penerbangan haji.
Selain itu, dua maskapai swasta, yaitu Batavia Air dan Lion Air juga menyatakan mintanya untuk ikut tender angkutan penerbangan haji, yang selama ini dikuasai Garuda Indonesia dan Saudi Air.
Batavia Air dan Lion Air berani mematok harga di bawah perhitungan referensi Kementerian Perhubungan. (BI)