Senin, 13 Juni 2011

Menag Jenguk dan Bantu Dora Pasien Berkeringat Darah

Jakarta --Menteri Agama Suryadharma Ali menjenguk dan membantu Dora Indrayanti Trimurni (25)pasien berkeringat darah yang kini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Menag mengaku kagum dengan perjuangan gadis belia yang kini didera sakit berkeringat darah itu.
"Saya terus terang terketuk hati saya dengan kegigihan Dora. Dora bisa jadi lambang kegigihan. Tidak menyerah dalam kemiskinan, tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan ekonomi yang menimpa dirinya maupun adik-adiknya," kata Suryadharma kepada wartawan usai berkunjung ke ruang perawatan Dora di Gedung A Lantai 8 RSCM, Jakarta, Minggu sore (12/6).
Menag yang datang bersama Direktur Pendidikan Madrasah A. Saifuddin sempat berbincang dengan Dora sekitar setengah jam dan mengakhiri kunjungannya pukul 15.30 WIB. "Tadi saya ngobrol panjang. Kuliah di mana, semester berapa, di Padang tinggal di mana," papar Suryadharma kepada wartawan yang mencegatnya.
Suryadharma mengetahui kabar Dora lewat pemberitaan media massa. Dia berharap Dora segera sembuh. Suryadharma juga berbincang dengan dokter tentang kondisi terakhirnya. "Kata dokter membaik dan sekarang sedang dilakukan observasi untuk mengetahui penyebabnya dan dokter berharap bisa disembuhkan permanen," kata Menag ini.
Menag mengatakan, pihaknya juga memberi bantuan sejumlah uang untuk meringankan biaya Dora. Selain itu juga bantuan dalam bentuk beasiswa bagi pendidikan Dora serta kedua adiknya. "Kita akan bantulah beasiswa juga kepada adiknya, supaya tidak semakin berat," ucap Suryadharma.
Kisah Dora melahirkan simpati banyak kalangan. Sebab, sakitnya diduga dipicu karena Dora menanggung beban hidup yang berat. Perempuan muda ini menanggung sendiri hidupnya dan 2 adiknya tanpa bantuan orangtua. Berkuliah sambil menjadi tukang ojek pun dilakoni Dora.
Sebelumnya, Dora sempat dirawat di RS M Djamil Padang karena penyakitnya itu. Pada beberapa kasus, gadis cantik berambut cepak yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.
Selain karena penyakitnya yang langka, Dora mendapat perhatian luas dari publik karena kisah hidupnya yang luar biasa. Perempuan muda yang sudah piatu tersebut, diketahui pernah menjadi tukang ojek, kuli bangunan, satpam, dan cleaning service untuk membiayai hidup dan pendidikannya. Dora juga bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan dua adiknya. (ks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...