Senin, 20 Juni 2011

Tiket Pesawat Meroket, Haji Makin Mahal

Tiket Pesawat Meroket, Haji Makin Mahal 
Selasa, 21/06/2011 | 10:41 WIB
ist
JEMAAH haji Indonesia
SURABAYA - Biaya Penyelenggaraan Naik Haji (BPIH) tahun ini kemungkinan besar mengalami kenaikan signifikan. Pasalnya, tarif tiket pesawat naik sebesar 342 dolar AS (Rp 3,078 juta/orang) akibat meroketnya harga bahan bakar pesawat (avtur).
Bahkan, meski ada dua maskapai baru--Batavia Air dan Lion Air--yang ikut tender dan menawarkan tarif lebih murah dari Garuda, tetap saja ongkos pesawat tahun ini tetap lebih mahal dari 2010.
Untuk diketahui, tarif penerbangan haji yang ditawarkan Garuda berkisar di angka 2.076 dollar (Rp 18,684 juta). Ini naik dibandingkan biaya penerbangan haji tahun lalu mencapai 1.720 dollar (Rp 15,480 juta). Sementara, Batavia Air menawarkan tarif sebesar 1.810 dollar AS (Rp 16,290 juta)- 2.008 dollar AS (Rp 18,072 juta), tergantung embarkasinya.
“Tidak bisa ditekan lagi, biaya penerbangan untuk keberangkatan haji itu mempertimbangkan kenaikan avtur sekitar 38%-43%. Kenaikan itu kemungkinan pada Oktober hingga Desember," ujar Direktur Operasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Sapari, saat dikonfirmasi Selasa (21/6).
Menurut dia, sulit menurunkan tarif penerbangan haji, karena komponen bahan bakar dalam industri penerbangan mencapai 43% dari total biaya operasional pesawat. "Jadi hitung saja berapa. Sulit untuk turun," katanya.
Selain itu, kenaikan tarif penerbangan haji juga didasari oleh majunya penerbangan 11 hari sebelum penyelenggaraan haji di Arab Saudi. Pada musim haji kali ini akan bersamaan dengan musim panas. Sehingga banyak yang melakukan perjalanan dan penyewaan pesawat pun akan semakin sulit. "Jadi kami memutuskan untuk memajukan 11 hari dari pelaksanaan," katanya.
Mengenai tawaran tarif penerbangan haji dua maskapai lain yang lebih rendah, yakni Batavia Air dan Lion Air,  dia mengatakan mengenai tarif ini harus dilihat secara komprehensif. Menurutnya, apakah dalam tawaran itu, maskapai lain telah mempertimbangkannya secara menyeluruh dan objektif. "Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, bukan hanya hitungan di atas kertas. Kami tidak menyombongkan diri. Tapi sudah sejak 1956, Garuda sudah menerbangkan haji," ujarnya.
Pada tahun ini, Garuda rencananya bakal mengangkut 102 ribu jamaah haji atau sekitar 60% dari seluruh jamaah haji yang berangkat. Sisanya akan diberangkatkan dengan maskapai dari Arab Saudi.
Meski demikian, pemerintah tetap akan berusaha menekan kenaikan BPIH semaksimal mungkin. Apalagi ada  Batavia Air dan Lion Air menawarkan harga tiket lebih rendah dari Garuda. Hal ini yang membuat DPR optimis BPIH 2011 bisa turun. Anggota Komisi VIII DPR Rahman Amin mengungkapkan, Batavia Air menawarkan tarif sebesar 1.810 dollar AS (Rp 16,290 juta) untuk embarkasi Banda Aceh dan 2.008 dollar AS (Rp 18,072 juta) untuk embarkasi Makassar. "Varian angkanya berbeda-beda setiap embarkasi. Batavia Air menawarkan 11 embarkasi haji," ucapnya. Sedangkan, Lion Air menawarkan empat embarkasi. Cuma, Rahman mengatakan, Lion Air tidak serius menawarkan harga.
Rahman mengatakan, adanya maskapai lain selain Garuda Indonesia ini membuat BPIH semakin kompetitif. Sebab, selama ini pengangkutan jamaah haji selalu diberikan seluruhny ke Garuda. "Maka Garuda juga harus bersaing, apakah berani menurunkan harga," katanya.
Cuma, anggota Komisi VIII DPR Zulkarnaen Djabar mengingat, maskapai yang terlibat dalam penyelenggaraan haji harus memenuhi berbagai persyaratan kendati tarifnya lebih rendah. Selain dari sisi keamanan dan kenyamana, dia mengatakan, maskapai tersebut harus bisa mengangkut jamaah dalam jumlah besar. "Minimal sekitar 20.000 jamaah. Kalau hanya ribuan ya agak susah," tandasnya.
Saat ini, baru Batavia yang melakukan penawaran sebanyak 30.000 jamaah. Sedangkan Lion Air hanya 9.000 jamaah.Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat mengaku sedang mengkaji tawaran tersebut dengan Kementerian Perhubungan. Dia mengatakan, BPIH 2011 bisa turun bila maskapai tersebut memenuhi persyaratan.
Sebelumnya, Kementerian Agama mengusulkan kenaikan (BPIH) 1432 H/2011 M sebesar 505 dollar AS (Rp 4,545 juta) menjadi 3.847 dollar AS (Rp 34,623 juta) per jamaah pada 2011. Kenaikan ini dikarenakan naiknya beberapa komponen BPIH seperti biaya penerbangan akibat gejolak harga minyak mentah dan pemondokan.
Sekadar pembanding, Tahun 2010, pemerintah dan DPR menetapkan BPIH sebesar rata-rata 3.342 dollar (Rp 30,078 juta). Posisi ini turun dari tahun sebelumnya sebesar 3.422 dollar (Rp 30,978 juta).m15,ins,dtc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...