Kemenag Harap Saudi Tambah Quota Haji RI
Tri Kurniawan - Okezone
Selasa, 21 Juni 2011 15:52 wib
0 7Email0
Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Agama berharap quota tambahan sebanyak 27 ribu calon jamaah haji tahun ini bisa segera dikabulkan pemerintah Arab Saudi.
Menteri Agama, Suryadharma Ali mengatakan quota dasar calon jamaah haji Indonesia saat ini sebanyak 211 ribu jamaah dengan rincian 194 ribu untuk haji regular dan 17 ribu untuk haji khusus.
"Kalau itu dikabulkan maka total haji kita 238 ribu jamaah. Itu artinya quota kita sudah sesuai dengan jumlah penduduk kita," ujar Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa (21/6/2011).
Menurutnya jika ada keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi secepatnya, diharapkan semua quota yang dikabulkan dapat terserap. Pengalaman sebelumnya, keputusan selalu datang mepet waktu. Akhirnya tidak semua quota tambahan bisa berangkat.
"Peluangnya selalu ada, cuma berapanya kita belum tahu," tegasnya.
Katanya, pemerintah juga membatasi calon jamaah haji yang akan berangkat. Caranya, pemerintah akan memprioritaskan jamaah yang belum pernah berangkat haji. Sementara bagi calon jamaah yang sudah pernah berangkat haji disarankan untuk menunggu quota tambahan.
"Sampai sekarang kebanyakan yang antre itu, yang belum pernah berangkat haji," terangnya.
Selain masalah quota tambahan, Kementrian Agama juga menemui masalah di bidang penerbangan. Maskapai Garuda Indonesia, kata dia, telah mengajukan biaya tiket haji sebesar USD 2076. Ini menigkat tinggi dibandingkan pada 2010 tawarannya sebesar USD 1734. Namun tawaran tersebut, bukanlah harga mati.
"Jadi ini masih ada proses tawar menawar dengan pihak Garuda yang nanti akan dilakukan oleh DPR dan oleh pemerintah sendiri, jadi tidak memberikan angka segitu lalu kita ambil," ungkapnya.
Menteri Agama, Suryadharma Ali mengatakan quota dasar calon jamaah haji Indonesia saat ini sebanyak 211 ribu jamaah dengan rincian 194 ribu untuk haji regular dan 17 ribu untuk haji khusus.
"Kalau itu dikabulkan maka total haji kita 238 ribu jamaah. Itu artinya quota kita sudah sesuai dengan jumlah penduduk kita," ujar Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa (21/6/2011).
Menurutnya jika ada keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi secepatnya, diharapkan semua quota yang dikabulkan dapat terserap. Pengalaman sebelumnya, keputusan selalu datang mepet waktu. Akhirnya tidak semua quota tambahan bisa berangkat.
"Peluangnya selalu ada, cuma berapanya kita belum tahu," tegasnya.
Katanya, pemerintah juga membatasi calon jamaah haji yang akan berangkat. Caranya, pemerintah akan memprioritaskan jamaah yang belum pernah berangkat haji. Sementara bagi calon jamaah yang sudah pernah berangkat haji disarankan untuk menunggu quota tambahan.
"Sampai sekarang kebanyakan yang antre itu, yang belum pernah berangkat haji," terangnya.
Selain masalah quota tambahan, Kementrian Agama juga menemui masalah di bidang penerbangan. Maskapai Garuda Indonesia, kata dia, telah mengajukan biaya tiket haji sebesar USD 2076. Ini menigkat tinggi dibandingkan pada 2010 tawarannya sebesar USD 1734. Namun tawaran tersebut, bukanlah harga mati.
"Jadi ini masih ada proses tawar menawar dengan pihak Garuda yang nanti akan dilakukan oleh DPR dan oleh pemerintah sendiri, jadi tidak memberikan angka segitu lalu kita ambil," ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar