| Biaya Haji 2011 Diturunkan |
| Thursday, 16 June 2011 | |
| JAKARTA– Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Panja BPIH) Komisi VIII DPR bersama Panja Kementerian Agama sepakat untuk tidak menaikkan harga BPIH tahun ini. Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, jika terjadi kenaikan, hal itu merupakan sesuatu yang rasional dan tidak memberatkan jamaah haji. ”Kita berusaha sekuat tenaga agar tidak naik,tapi kualitas tetap meningkat.Ini tidak bisa tawar. Berusaha agar harga tidak naik,”ujarnya di Jakarta kemarin. Suryadharma menjelaskan, sebenarnya kalau terjadi kenaikan ongkos haji, belum tentu dibarengi dengan kenaikan uang yang harus dibayarkan, mengingat nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar saat ini menguat. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp8.500, sedangkan pada 2010 nilai tukar rupiah dengan dolar yakni Rp9.500. ”Kalau ada kenaikan dolarnya, belum tentu dari sisi rupiahnya meningkat,” katanya. Meski demikian, penetapan harga BPIH sangat tergantung pada biaya fuel atau bahan bakar pesawat. Menurut dia, usulan maskapai penerbangan Garuda sebesar USD2.076 naik dibandingkan dengan 2010 sebesar USD1.734. ”Harga fuel tahun 2010 berapa dan tahun 2011 berapa, itu patokannya,” jelasnya. Mantan Menteri Koperasi dan UKM mengatakan, berdasarkan hukum ekonomi, semakin baik kualitas pelayanan maka biaya yang dikeluarkan harus lebih mahal, tapi realitasnya tidak demikian. ”Kita kesampingkan itu, pokoknya kualitas. Kalau bisa nggak naik, alhamdulillah,”bebernya. Pada pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 2010 lalu, kualitas pelayanan haji meningkat, sementara ongkos haji yang dibayarkan turun.Meningkatnya kualitas pelayanan, kata Suryadharma,dapat dilihat dari pemondokan jamaah. Pada 2009 lalu, jumlah jamaah yang menempati pemondokan di Ring I sebanyak 27%,kemudian pada 2010 sekitar 63% dan 2011 sudah 92%. Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama Cepi Supriyatna mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pemerintah bersama Komisi VIII DPR menyetujui biaya haji tidak mengalami kenaikan. ”Kita sepakat sama, antara Komisi VIII dan pemerintah harus turun (ongkos haji) atau paling tidak sama dengan tahun lalu. Kalaupun ada kenaikan itu, betul-betul yang rasional dan proporsional,”terangnya. Karena itu, dalam pertemuan Panja BPIH Komisi VIII DPR dengan Panja Kementerian Agama bersepakat untuk mengundang pemangku kepentingan seperti maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Saudi,Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Amphuri untuk mendapatkan masukan. Sebagai bahan pembanding, kata dia,pihaknya akan meminta masukan Dirjen Perhubungan Udara untuk penawaran harga dasar penerbangan, karena mereka tahu secara teknis.”Jarak sekian dengan fuel sekian, maka harga yang dikeluarkan berapa. Kalau berjalan lancar, ya awal bulan depan sudah ada keputusan,”paparnya. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Chairun Nisa mengatakan, meski belum ada penetapan terhadap BPIH 2011 mendatang, ada kesepakatan antara Panja pemerintah dan DPR untuk tidak menaikkan biaya haji. ”Penetapan BPIH belum dibahas, tapi kita menginginkan turun, minimal sama dengan tahun lalu, sebab kenaikan yang diusulkan tidak rasional,” terangnya. Politikus dari Partai Golongan Karya mengakui ada kenaikan harga bahan bakar pesawat, hanya harus proporsional. Menurut dia, pihaknya akan mencermati biaya pemondokan, karena kenaikannya sangat tinggi. Apalagi, definisi Ring I berubah dari 2.000 meter menjadi 2.500 meter. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar